undername

Undername Impor

Penggunaan undername untuk proses importasi sangat jamak terjadi di Indonesia. Penggunaan undername ini dalam bahasa lapangan biasa disebut dengan “pinjam bendera”. Praktik penggunaan undername impor ini sah dan dilindungi oleh peraturan perundangan. Meski demikian, praktik ini sering disalahgunakan untuk praktik undervalue yang dilarang di Indonesia.

Praktek penggunaan undername bisa dibilang sah karena dalam Pemberitahuan Impor Barang (PIB) ada kolom isian yang membedakan antara importir dan pemilik barang. Artinya, pengisian ini memungkinkan input data yang berbeda antara importir dan pemilik barang. Pada versi sebelumnya, kolom pemilik barang ini diberi nama Indentor. Indentor dan pemilik barang pada dasarnya sama. Hanya saja, mungkin karena faktor kebiasaan, banyak yang tidak mengerti sehingga banyak yang tidak mengisikan dengan benar.

UNDERNAME YES
UNDERVALUE NO

Ada banyak alasan kenapa orang menggunakan jasa undername untuk mengimpor barang. Pertama, mungkin yang bersangkutan tidak memiliki legalitas sebagai importir. Kedua, bisa jadi yang bersangkutan sudah memiliki legalitas sebagai importir tapi perusahaannya tidak mampu memenuhi lartas yang dipersyaratkan. Ketiga, terkait profil importir. Mungkin yang bersangkutan memiliki profil yang buruk sehingga terkena jalur merah, jadi dia memilih menggunakan undername yang memiliki profil jalur hijau. Itu tiga kemungkinan yang berhasil saya pikirkan, tentunya masih ada alasan lain penggunaan undername yang mungkin bersifat kasuistis dan personal.

Untuk asistensi penggunaan undername impor sesuai dengan peraturan perundangan, silakan hubungi kami: PT Puri Wala Kanaka.