Tarif Preferensi

Tarif Preferensi

Tarif preferensi atau tarif preferential adalah tarif bea masuk berdasarkan perjanjian atau kesepakatan internasional. Negara Indonesia, baik sebagai negara tersendiri maupun sebagai bagian dari anggota Association of South East Asian Nations (ASEAN), telah menjalin kerjasama dengan beberapa negara dalam bentuk perjanjian atau kesepakatan di bidang perdagangan.

Sesuai dengan namanya, diharapkan tarif preferential ini dapat lebih diminati oleh pelaku perdagangan internasional antar negara. Secara umum tarif ptefetential ini lebih rendah dibanding tarif Most Favourable Nation (MFN) atau tarif bea masuk yang berlaku secara umum. Terkait dengan bea masuk, silakan baca posting berikut: Tarif Bea Masuk.

Indonesia adalah salah satu negara anggota ASEAN. Dalam hal ASEAN menjalin kerjasama dengan negara lain, maka perjanjian perdagangan tersebut juga mengikat negara Indonesia. Berikut adalah daftar perjanjian perdagangan antara ASEAN dengan beberapa negara:

  1. ASEAN Trade In Goods Agreement (ATIGA);
  2. ASEAN – China Free Trade Area (ACFTA);
  3. ASEAN – Korea Free Trade Area (AKFTA);
  4. ASEAN – India Free Trade Area (AIFTA);
  5. ASEAN – Australia – New Zealand (AANZFTA); dan
  6. ASEAN – Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP).

Selain sebagai bagian dari ASEAN, Negara Indonesia juga telah menjalin kerjasama bilateral dengan beberapa negara. Berikut adalah perjanjian perdagangan bilateral antara Indonesia dengan negara lain:

  1. Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA);
  2. Indonesia – Pakistan Preferential Trade Agreement (IPPTA); dan
  3. Memorandum of Understanding between The Government of The Republic of Indonesia and The Government of The State of Palestine on Trade Facilitation for Certain Products Originating from Palestinian Territories.

Tarif bea masuk memegang peranan penting dalam perdagangan internasional. Tarif bea masuk adalah salah satu komponen pungutan impor. Lebih dari itu, tarif bea masuk ini akan ditambahkan pada nilai barang impor untuk dijadikan dasar penghitungan pajak lainnya. Artinya beban bea masuk ini juga akan berimbas pada PPN, PPH dan PPnBM. Selanjutnya terkait pungutan impor silakan baca posting: Pungutan Impor.

Tarif preferensi dapat digunakan jika importasi dilengkapi dengan Cerificate of Origin (COO) atau Surat Keterangan Asal (SKA) dari negara yang tercantum dalam kesepakatan atau perjanjian internasional. Masing-masing negara mempunyai bentuk COO/SKA yang berbeda satu sama lain. Sebagai contoh, untuk menggunakan tarif preferensi ACFTA, importasi barang dari negara China wajib dilengkapi dengan Form E.