Tarif bea masuk

Tarif Bea Masuk

Setiap barang impor pasti dikenakan bea masuk. Undang-undang kepabeanan menyebutkan bahwa setiap barang impor terutang bea masuk. Apa itu bea masuk dan berapa tarifnya? Bea masuk adalah pungutan yang dikenakan terhadap barang impor. Tarif bea masuk sendiri ada dua jenis, yaitu tarif spesifik dan tarif advalorum. Selain pembagian menurut tarifnya, bea masuk juga dapat dibedakan menurut jenisnya. Selengkapnya terkait jenis bea masuk silakan baca: Jenis Bea Masuk.

Tarif Spesifik

Tarif spesifik adalah tarif yang dikenakan berdasarkan satuan barang. Beras dan gula adalah contoh dari barang yang dikenakan tarif spesifik. Tarif spesifik akan menyebutkan besaran bea masuk yang harus dibayar per satuan barang. Misalkan saja untuk beras, pada Juli 2019, ditetapkan sebesar Rp. 450/kg. Berapapun nilai atau harga barang tidak akan berpengaruh terhadap besaran bea masuk yang harus dibayar.

Jika ada dua importir, sama-sama mengimpor beras 100 ton, maka kedunya akan membayar bea masuk sebesar 45.000.000. Tidak perduli apakah kedua importir membeli beras itu dengan harga yang sama maupun berbeda.

Tarif Advalorum

Tarif advolurom adalah tarif bea masuk yang dikenakan berdasarkan nilai pabean atas barang impor. Tarif advolurum disajikan dalam bentuk persentase. Besaran tarif berbeda sesuai dengan HS code atas barang impor tersebut. Data pada bulan Juli tahun 2019, tarif terendah adalah 0% sedang tarif tertinggi adalah 140%. Tarif tertinggi dikenakan terhadap produk kendaraan bermotor.

Nilai pabean barang impor sendiri dapat ditentukan dengan 6 metode penetapan nilai pabean. Lebih lanjut tentang penetapan nilai pabean ini dapat dibaca pada posting: Metode Penetapan Nilai Pabean.