Pungutan Impor

Pungutan Impor

Bea masuk adalah salah satu pungutan impor. Setiap barang impor pasti terutang bea masuk. Selain bea masuk, terhadap impor juga dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh).

Masih ada lagi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Bahkan, bea masuk sendiri masih terbagi menjadi dua, yaitu bea masuk dan bea masuk tambahan. Bea masuk tambahan ini meliputi: Bea Masuk Anti Dumping (BMAD), Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) dan Bea Masuk Imbalan (BMI).

Berikut adalah daftar pungutan yang dikenakan terhadap importasi:

  1. Bea Masuk
  2. Bea Masuk Anti Dumping (BMAD)
  3. Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP)
  4. Bea Masuk Imbalan (BMI)
  5. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  6. Pajak Penjualan atas Narang Mewah (PPnBM)
  7. Pajak Penghasilan (PPh)

Dalam terminologi kepabeanan, pungutan impor selain Bea Masuk biasa disebut sebagai Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI). Tarif dari masing-masing pungutan bisa berbeda. Bea masuk sendiri banyak yang memiliki tarif 0%. Hitungan kasar 50% dari HS Code yang tercantum dalam PMK tentang BKTI memiliki tarif 0%. Tarif bea masuk sendiri masih terbagi menjadi dua, yaitu tarif spesifik dan tarif advolorum. Lebih lanjut terkait bea masuk ini, silakan baca posting: Bea Masuk.

Tarif bea masuk juga terbagi menjadi dua, yaitu tarif bea masuk MFN dan tarif bea masuk preferensi atau tarif preferential. Tarif preferensi adalah tarif bea masuk yang didasarkan pada perjanjian atau kesepakata internasional di bidang perdagangan. Lebih lanjut terkait tarif preferensi silakan baca: Tarif Preferensi

4 thoughts to “Pungutan Impor”

Tinggalkan Balasan