Jalur Pelayanan Impor

Jalur Pelayanan Impor

Jalur pelayanan impor ada tiga, yaitu jalur hijau, jalur kuning dan jalur merah. Penetapan jalur pelayanan impor adalah bagian dari manajemen resiko yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk memperlancar proses pengeluaran barang.

Penjaluran dibedakan dari ada tidaknya pemeriksaan fisik atas barang impor (customs inspection) dalam pelayanan importasi. Jalur merah adalah jalur yang menerapkan pemeriksaan fisik barang dalam pelayanan kepabeanan impor. Sedang jalur hijau adalah jalur pelayanan kepabeanan tanpa pemeriksaan fisik terhadap barang impor. Lalu bagaimana dengan jalur kuning? Jalur kuning adalah jalur ‘transit’ dimana Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan cepat atas dokumen yang diajukan. Hasil pemeriksaan ini, yang dilakukan oleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD), akan menentukan apakah terhadap importasi tersebut dikenakan pemeriksaan barang atau tidak. Artinya, akan diputuskan apakah selanjutnya akan diproses dengan jalur hijau atau jalur merah. Hampir serupa dengan rambu lalu lintas kan?


Jalur Pelayanan Impor

Setiap importir yang baru melakukan impor pasti terkena jalur merah. Tapi itu tidak selamanya. Seiring waktu, jika memang profil importir ini baik, nantinya dia akan berubah ke jalur kuning. Jalur kuning ini dapat berubah menjadi jalur hijau, tapi juga bisa saja kembali ke jalur merah, bergantung pada track record importasi. Setiap data impor akan dianalisis oleh DJBC untuk profiling importir yang bersangkutan. Profil ini erat kaitannya dengan penetapan jalur pelayanan. Lebih lanjut terkait profil importir silakan baca posting: Profil Importir.

Jalur Hijau

Importir dengan profil yang baik akan mendapat pelayanan jalur hijau. Importasi melalui jalur hijau ini hanya akan memeriksa dokumen yang diajukan. Pemeriksaan dokumen dilakukan dalam jangka waktu 30 hari. Dalam jangka waktu ini PFPD dapat mengeluarkan Surat Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPTNP) jika pembayaran pungutan impor dirasa kurang. Terkait dengan pungutan impor, silakan baca posting: Pungutan Impor.

Selama jangka waktu pemeriksaan, barang tetap boleh dikeluarkan dari pelabuhan. Hambatan terkait pengeluaran barang hampir bisa dipastikan tidak ada, karena pelayanan kepabeanan jalur hijau ini tidak memerlukan pemeriksaan fisik barang.

Jalur Kuning

Jalur kuning adalah jalur transit. Pelayanan kepabeanan pada jalur ini akan mengharuskan PFPD untuk memeriksa dokumen secara cepat. Hasil pemeriksaan cepat terhadap dokumen akan menentukan apakah importasi tersebut akan masuk ke jalur hijau, atau akan ditetapkan sebagai jalur merah dengan pemeriksaan fisik barang.

Jalur kuning ini akan serupa dengan jalur hijau dalam hal pejabat memutuskan untuk tidak melakukan pemeriksaan barang. Di sisi lain, jalur kuning ini juga akan serupa dengan jalur merah dalam hal PFPD merasa perlu untuk melakukan pemeriksaan fisik barang.

Jalur Merah

Jalur merah adalah jalur pelayanan impor dengan pemeriksaan fisik terhadap barang yang diimpor. Akan ada hambatan terkait pengeluaran barang dibanding pelayanan jalur hijau. Ketika suatu importasi dikenakan jalur merah, maka akan diterbitkan respon berupa SPJM (Surat Penetapan Jalur Merah). Pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan oleh petugas bea dan cukai dan disaksikan oleh pemilik barang atau kuasanya. Segala biaya pembongkaran dan pemuatan kembali barang dari dan ke dalam kontainer merupakan beban dan tanggung jawab importir. Dalam hal diperlukan pengambilan contoh barang, maka terhadap barang diambil sebagai barang contoh akan dibuatkan tanda terima. Barang contoh dapat diminta kembali setelah dilakukan pemeriksaan oleh PFPD di kantor bea dan cukai.


 

One thought to “Jalur Pelayanan Impor”

Tinggalkan Balasan